Pemkab Bogor Kembali Bahas Situ Front City

BOGOR TIMES – Departemen Arsitektur Lanskap- Fakultas Pertanian IPB, mengadakan ekspose karya mahasiswa S1 dan S2 dengan tema Cibinong Water Front City & Sentul City Menuju Kota Ramah Air.

Mengingat, Kabupaten Bogor sebagai wilayah yang dikarunia air hujan yang berlimpah, sudah sepatutnya bisa memanen air hujan ini selain untuk kebutuhan air baku, juga untuk kesimbangan lingkungan, ameliorasi iklim , konservasi keragaman sumberdaya hayati, serta keindahan lingkungan.

Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan, Situ Front City merupakan perencanaan pembangunan berbasis sumber daya alam yang dibuat untuk membangun brand atau citra Kabupaten Bogor yang berwawasan lingkungan.

Dimulai dari tahun 2014, tahap awal kajian dan implementasi dimulai dari Cibinong sebagai ibu kota Kabupaten Bogor dan pusat kegiatan wilayah. Nantinya visi ini diimplementasikan ke seluruh situ dengan karakter tersendiri. Tidak luput juga diantaranya pengembangan kawasan Sentul City yang juga memiliki prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Situ Front City sebagai konsep desain membutuhkan konsep yang matang dan terintegrasi serta didukung oleh semua pihak, kajian ini tentunya memperkuat argumentasi terhadap produk – produk perencanaan yang telah di inisiasi oleh Bappedalitbang serta memberikan arahan pengembangan yang implementatif,” kata bupati.

Untuk mewujudkan Situ Front City sebagai water sensitive city, diperlukan dukungan kebijakan mengingat lokasi ini, merupakan salah satu daerah yang mempunyai nilai lahan tinggi, rentan terhadap tekanan pembangunan serta keterbatasan pendanaan Pemerintah. Lebih lanjut lagi, diperlukan penilaian terhadap indicator manfaat baik sisi lingkungan maupaun sosial sebagai tolok ukur pencapaian. “Kami berterima kasih atas masukan ide baru seperti taman hujan, menara observasi ekologis, jembatan penyebarangan fauna, maupun green controller,” tambahnya.

Kajian biodiversitas merupakan hal baru yang sangat menarik. Diharapkan, kajian tersebut dipertajam meliputi observasi lebih lanjut terhadap flora dan fauna yang terdapat di Cibinong, terutama keanakaragaman ekologi perairan, dibutuhkan strategi yang dapat diimplementasikan untuk kegiatan memperkaya dan mengkonservasi hal tersebut.

“Pengembangan kawasan ini membutuhkan strategi dan model untuk mendorong perubahan paradigma masyarakat, terutama berkaitan dengan sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan,” ungkap wanita yang akrab disapa Yanti itu.

Situ Front City sebagai konsep desain, aspek tertentu perlu penajaman. Penajaman tersebut dapat dilakuakn dengan berbagai pendekatan, termasuk salah satunya dengan konsep water sensitive city.

Berkaitan dengan hal tersebut, pengendalian keseimbangan muka air danau menjadi perlu diperhatikan cukup serius, karena satu sisi jika air berlebih dapat menimbulkan banjir sedangkan jika musim kering akan memberikan dampak signifikan. Kajian dan penelitian terhadap siklus tata air dan volume air sangat dibutuhkan untuk menghasilkan solusi yang komprehensif (AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *