Unhan Gelar Seminar IIDSS Bahas Isu Strategis Bentuk Wujud Program Aksi ASEAN‎

BOGOR TIMES – Membahas isu strategis dalam mewujudkan program aksi ASEAN Political-Security Community, kampus Bela Negara Universitas Pertahanan (Unhan)‎ menggelar Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS). Dalam seminar IIDSS yang digelar kampus Bela Negara Universitas Pertahanan yang berada di Kawasan IPSC, Sentul, Kabupaten Bobor, topik yang akan dibahas berkaitan dengan ASEAN dan dinamika pertahanannya di kampus Bela Negara Universitas Pertahanan di kawasan IPSC, Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

“Seminar akan digelar pada  12 – 13 Juli 2017 dan akan dibuka langsung Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dan menghadirkan sejumlah pakar pertahanan yang berasal dari dalam dan luar negeri dengan berbagai latar belakang,” ujar Hal Rektor Unhan Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio, M.Phil, Senin (10/7/2017).‎

Rektor Unhan menegaskan, keamanan dan stabilitas regional khususnya kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu fokus diskusi penting yang akan disoroti dalam seminar yang dibagi dalam empat bagian ini. Dua dari empat bagian utama diskusi akan membahas tentang keamanan dalam tataran regional Asia Tenggara yaitu, Escalation of Military Expenditure in Southeast Asia pada bagian security dan Human Security in Southeast Asia: Defending and Empowering People of the ASEAN Community pada bagian human security.

“Sementara itu, dalam tataran global, IIDSS akan membahas tentang  Keamanan Maritim yaitu Maritime Affairs in Indo-Asia-Pacific pada bagian stability dan tren global 2030 yaitu Revelations to Global Trends 2030: The Environmental Economics and Socio-Cultural Revolutions pada bagian human welfare,” papar rektor.‎

Masing – masing topik pada sesi tersebut akan didiskusikan oleh para pakar pertahanan dunia melalui dua perspektif yaitu ilmu pertahanan dan teknologi pertahanan.  Rektor Unhan berharap, penyelenggaraan IIDSS dapat mempromosikan pertahanan sebagai cabang ilmu dalam taraf regional maupun global.

“IIDSS akan mendatangkan para pakar pertahanan lain dari SIPRI, Kongsberg, MGIMO University, RSIS, Pindad, Marine Geological Intitute of Indonesia, Dewan Energi Nasional, dan bebagai institusi terkemuka dari dalam dan luar negeri. Masing-masing pembicara akan membahas berbagai subtopik menarik lainnya seputar ilmu pertahanan dan teknologi pertahanan,” tandasnya. (AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *