• Rabu, 27 Oktober 2021

Jangan Lakukan ini di Bulan Safar Jika Tidak Ingin Sial.

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:29 WIB
Ilustrasi kegagalan atau sesorang yang sedang mengalami kesialan (https://pixabay.com/)
Ilustrasi kegagalan atau sesorang yang sedang mengalami kesialan (https://pixabay.com/)

Bogor Times- Bulan safar merupakan bulan yang konon katanya di turunkanya bala penyakit menurut sebagian orang.

Faktanya di setiap akhir bulan Safar tepatnya di hari rabu akhir selalu diadakan tradisi Rebo Wekasan sebagai ritual penolak bala.

Benarkah demikian? atau apa sebenernya peristiwa yang terdapat didalam bulan Safar?

Baca Juga: Ungkap Latar Belakang dan Tujuan Rebo Wekasan

Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam berdasar pada tahun Qamariah atau Hijrriah. Menurut bahasa, Safar menunjukkan pada makna kosong, ada pula yang mengartikannya kuning.


Dinamakan Safar berdasarkan pada kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu yang suka meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka (sehingga kosong) untuk berperang ataupun bepergian jauh.

Antara peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi- Amin tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi’ru Ma’unah) pada tahun keempat Hijrah.

Baca Juga: Muhammad Nurdat Ilhamsyah Kembali Nahkodai DPD BKPRMI Kota Bogor

Ada pula yang menyatakan bahwa nama Safar diambil dari nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit Safar yang bersarang di dalam perut akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya.

Itulah sebabnya mereka menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh dengan keburukan. Pendapat lain menyatakan bahwa Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.

Halaman:

Editor: Mochammad Nurhidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obat Maksiat Hati dari Abah Guru Sekumpul

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:32 WIB
X