• Rabu, 27 Oktober 2021

Mengapa Kota Madinah Sangat Utaama? Sehingga Dijadikan Ibu Kota Islam.

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 09:26 WIB
m.youtube (m.youtube)
m.youtube (m.youtube)

BogorTimes - Kota Madinah menjadi tempat hijrah umat Muslim sekaligus dijadikan ibu kota, bukan tanpa alasan. Selain cukup strategis secara geografis dan militer, juga memiliki beberapa keutamaan.

Selain itu, di kota Madinah lah para sahabat rasul diterima dengan penuh rasa kasih dan sayang serta di perlakukan dengan sangat baik. Berbeda jauh sekali dengan waktu di kota Mekkah.

Sewaktu di kota Mekkah, penindasan kaum Quraisy semakin menjadi. Selain Rasulullah sendiri mengalami banyak penindasan, para sahabat juga mengalami hal serupa. Demi mempertahankan akidah, mereka rela ditindas, didiskriminasi, bahkan, nyawa siap menjadi taruhannya.

Baca Juga: Jawa Barat Masih di Puncak, Berikut Perlolehan Sementara Mendali PON XX Papua 2021

Nama-nama seperti Utsman bin ‘Affan, Shuhaib bin Sinan, Abu Fukaihah dan Khabbab bin Arat, adalah sederet daftar sahabat yang mengalami siksaan pedih saat itu. 

Bahkan, sahabat Nabi yang bernama Amar bin Yasir harus melihat ayahnya sendiri (Yasir) dibunuh di depan matanya. Belum lagi ibunya, Sumayyah, yang juga meninggal di tangan Abu Jahal. Innalihhali wa inna ilaihi raji’un. (lihat Safyurrahman al-Muarakfuri, Rahiq al-Makhtum, hal. 84-85)

Merespons kenyataan ini, Nabi dan para sahabat pun hijrah ke kota Madinah pada 622 M atau 13 tahun setelah kenabian. Instruksi hijrah itu berdasarkan perintah Allah swt. (QS. Az-Zumar [39]: 10).

Baca Juga: Keharaman Sholat Berjamaah, Ini Asalannya.

Ali Muhammad ash-Shallabi menjelaskan alasan Madinah dipilih sebagai tempat hijrah sekaligus ibu kota umat Muslim saat itu. Menurutnya, Madinah kala itu belum memiliki penguasa penuh atas kota, sehingga tidak ada pajak dan penuh kebebasan. Tentu, ini peluang emas bagi umat Muslim untuk menjadikannya sebagai basis kekuasaan.

Selain itu, lanjut ash-Shallabi, posisi kota Madinah secara militer cukup strategis. Dari arah barat terdapat bukit yang menjulang. Begitu pula dari bagian timur. Satu-satunya kawasan yang terbuka adalah bagian utara, tempat yang sempat dijadikan parit oleh Rasulullah pada tahun kelima saat perang Ahzab. 

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obat Maksiat Hati dari Abah Guru Sekumpul

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:32 WIB
X