• Senin, 20 September 2021

Sandiaga Uno 'Warga Indonesia Dipaksa Ikut' Dampak Pandemi Covid-19

- Minggu, 5 September 2021 | 01:25 WIB
Sandiaga Uno (Instagram @sandiaguno)
Sandiaga Uno (Instagram @sandiaguno)

Bogor Times- Di sela sela kesibukannya yang amat padat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bertutur kata bahwa tidak terelakkan warga indonesia akibat dampak pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah menggerogoti menyiksa rakyat Indonesia sejak Maret 2020 hingga saat ini. Tidak kunjung Hengkang dari bumi pertiwi yang kita cintai ini.

demikianpun data yang diberikan pemerintah yang terakumulasi oleh angka angka yang menunjukan kasus pandemi Covid-19 telah menurun, tetapi masyarakat masih harus waspada. lagi selalu di buat cemah ketakutan secara berlebihan. sehingga masyarakt di buat rasa takut paranoid sampe ke ubun ubun.

Baca Juga: Haedar Nashir Sebur Pemilik Indonesia, Sahut Fadhli

Akibat pandemi Covid-19 yang membom bardir Indonesia secara bertubi tubi datang nya, pada akhir nya banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, tempat mereka bekerja mengalami kesulitan keungan dan bahkan tidak sedikit bangat perusahaan gulung tikar tanpa ampun. Jangan kan Yang Kelas bawah, kelas kelas Kapan pun tak terelakkan jatuh tanpa bersuara. "ucapnya..

Dari dampak tersebut pengurangan PHK besar besaran yang terjadi di terima para pekerja dan tanggung jawab bagi sejumlah masyarakat indonesia di belahan bumi ini yang diterima oleh sejumlah masyarakat, sehingga mereka harus tetap hidup mencari sesuap nabi tuk anak istri yang mereka cintai...*miris sekali

Namun demikian "Covid-19 ini memaksa kita untuk belajar lebih berempati, beradaptasi, dan berkolaborasi. Karena yang terkena dampak adalah 34 juta masyarakat pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga Uno dikutip oleh bogor online.com dari akun instagram milik.

Baca Juga: Provinsi Jabar Jadi Garda Terdepan Penyalur Pekerja Migran Indonesia

Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling menarik, karena mengingat sebagai salah satu ruang lingkup yang tidak esensial maupun kritikal, sehingga bisa sangat merasakan ketika masa PPKM diputuskan untuk ditutup.

Hal tersebut di ambil guna tuk sebagai tindakan pencegahan penularan Covid-19. secara membabi buta ke lapisan masyarakat.

Halaman:

Editor: Ahmad Fauzi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Organisasi WHO Soroti Klaster Siswa Terinfeksi Covid-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:58 WIB

Ramai Surat Edaran Bantuan Pesantren di Nilai Hoak

Jumat, 17 September 2021 | 21:54 WIB

Puan Maharani Geram, Kapan China Memasuki Natuna Utara

Jumat, 17 September 2021 | 16:05 WIB

Pendaftaran Prakerja Gelombang 21 di Buka Hari Ini

Kamis, 16 September 2021 | 13:18 WIB
X