• Senin, 20 September 2021

17 Tahun Berlalu Dalang Pembunuhan Munir Belum Terungkap, Imparsial : Ini Degradasi Keamanan Demokrasi

- Sabtu, 11 September 2021 | 09:07 WIB
Ardi Manto Adiputra / Koordinator Peneliti Imparsial (Arul (Bogor Times))
Ardi Manto Adiputra / Koordinator Peneliti Imparsial (Arul (Bogor Times))

Bogor Times - Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM), meninggal dunia pada 7 September 2004, atau tepat 17 tahun lalu, dan sampai saat ini kasusnya masih belum terungkap dalangnya.


Munir salah satu Pendiri NGO (Non Govermantal Organijation) Imparsial ini, di bunuh di dalam pesawat saat terbang dari Jakarta ke Belanda dengan racun jenis arsenik.


PC Inspira Cabang Bogor menggelar diskusi dalam rangka haul kematian Munir,  yang bertajuk Perjalanan 17 tahun Pemerintah terkait penegakan hukum di Indonesia. Via Aplikasi zoom meeting, 10/9/21.

Ardi Manto Adiputra sebagai narasumber menceritakan , Munir orang nya tidak beda dengan Aktivis – aktivis lainya, kegiatan keseharian munir tidak ada yang aneh biasa saja, pekerjaan munir sebagai Aktivis HAk Asasi Manusia (HAM), lantang menyuarakan korban 98 bahkan mendatangi korban satu persatu melakukan advokasi. Kegiatan munir tersebut yang ditakuti oleh para elit dan di anggap menjadi sebuah ancaman besar.


Sebelumnya Munir memang sudah mendapatkan banyak terror,dari mulai di santet, di kirimin Bom ke rumahnya, bahkan di kepung di dalam kantor. Tetapi dari sekian percobaan pembunuhan Munir selalu lolos.


Munir orangnya biasa saja, sama dengan Aktivis – aktivis lainya, hanya ketakutannya yang kecil itu saja yang membedakannya, dia lantang dalam menyuarakan korban 98, mendatangi korban satu persatu, itu yang di takuti para elit karena sikap Munir yang tidak ada takutnya, bahkan sebelum terjadi pembunuhan, kantornya pernah di kepung, disantet, bahkan sampai di kirim Bom ke rumahnya. Tetapi Munir tidak takut sama sekali hanya satu kata yang ia ucapkan (ya kalo sudah waktunya mati ya mati )” ucap Ardi


Peneliti senior Imparsial Ardi Manto Adiputra mengatakan, Kasus munir memang di jalankan oleh penegak hukum, tetapi hanya dibawah saja yang di usut sedangkan dalang dari pelaku pembunuhan tidak pernah di sentuh. Tiga orang telah di adili, termasuk seorang eks pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto serta mantan pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR.

Baca Juga: Selama Menjabat Harta Jokowi Bertambah Sebesar Rp8.8 Miliar


Namun proses persidangan ini tidak menyentuh terduga aktor utamanya, seperti diungkap laporan tim pencari fakta kasus ini, dan disuarakan oleh para pegiat HAM.
Dalam kasus pembunuhan Munir, Muchdi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, tetapi dia dinyatakan bebas oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan, akhir 2008.Padahal Muchdi PR sangat dekat dengan Pollycarpus.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Organisasi WHO Soroti Klaster Siswa Terinfeksi Covid-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:58 WIB

Ramai Surat Edaran Bantuan Pesantren di Nilai Hoak

Jumat, 17 September 2021 | 21:54 WIB

Puan Maharani Geram, Kapan China Memasuki Natuna Utara

Jumat, 17 September 2021 | 16:05 WIB

Pendaftaran Prakerja Gelombang 21 di Buka Hari Ini

Kamis, 16 September 2021 | 13:18 WIB
X