• Senin, 20 September 2021

Mengenang 17 Tahun Kematian Munir, INSPIRA Bogor : Mana Berani Pak Jokowi

- Sabtu, 11 September 2021 | 12:23 WIB
Diskusi Online PC Inspira (Arul/Bogor Times)
Diskusi Online PC Inspira (Arul/Bogor Times)

Bogor Times - Aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib, meninggal dunia pada 7 September 2004, atau tepat 17 tahun lalu. Munir dibunuh di dalam pesawat saat terbang dari Jakarta ke Belanda dengan racun jenis arsenik.

Hingga kini, kasus pembunuhan pendiri Imparsial dan aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu belum tuntas mengungkap dalang pembunuhan

Pengurus Cabang Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (INSPIRA) Bogor menggelar diskusi alam rangka memperingati kematian Aktivis HAM, Munir, melalui daring zoom meeting pada jumat(10/09/2021) dengan tema "impunitas Terus Berlanjut, Optimiskah Penegakkan Hukum di Indonesia".

Ketua Umum INSPIRA Bogor, M Hafiz Azami mengatakan kegiatan ini untuk sebuah refleksi Perjalanan penanganan kasus pembunuhan Munir terjadi, "di dua rezim yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) keduanya gagal, apalagi pada era pak Jokowi ini, sangat memperihatinkan". Ujar Hafiz

Baca Juga: Memperingati Kematian Munir, Puan Cilacap : Kekerasan Terhadap Wanita Harus Dihentikan

Lanjutnya, dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) raib hingga saat ini. Padahal, berdasarkan keterangan sejumlah pihak seperti anggota TPF Hendardi dan Usman Hamid di sidang sengketa informasi 2016 lalu, dokumen investigasi sudah diserahkan ke SBY tetapi belum diumumkan ke publik.

"Kami ingin ikut bersama-sama dengan Imparsial, KontraS dan KASUM sebagai kekuatan publik mendesak pemerintah segera selesaikan kasus HAM, ini menjadi atensi buruk bagi saat ini hingga ke depannya. Ketajaman kritis generasi muda menurut saya menurun, dikarenakan adanya pengancaman UU ITE, Pencemaran nama baik sampai tindakan represif aparat penegak hukum" Tambahnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah Joko Widodo untuk menuntaskan kasus-kasus HAM di Indonesia, "ingat seperti kata Gus Dur, yang lebih penting dari politik ialah kemanusiaan, saya mendesak kepada pemerintah untuk mengungkap dalang dibalik kasus-kasus HAM, tapi bagaimana Presiden berani, orang sekeliling nya yang diduga terlibat pada kasus-kasus HAM berat" Tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan pemuda, tercatat 63 peserta mengikuti diskusi yang interaktif dengan narasumber Ardi Manto Adiputra (IMPARSIAL) dan Rinda Rachmawati (Founder Puan Cilacap). Kegiatan ditutup dengan berdoa untuk kedamaian para aktivis yang hingga saat ini kasusnya belum terungkap.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Organisasi WHO Soroti Klaster Siswa Terinfeksi Covid-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:58 WIB

Ramai Surat Edaran Bantuan Pesantren di Nilai Hoak

Jumat, 17 September 2021 | 21:54 WIB

Puan Maharani Geram, Kapan China Memasuki Natuna Utara

Jumat, 17 September 2021 | 16:05 WIB

Pendaftaran Prakerja Gelombang 21 di Buka Hari Ini

Kamis, 16 September 2021 | 13:18 WIB
X