• Senin, 20 September 2021

Pemerintah Salurkan Bantuan 1,2 T Untuk TNI Polri dan Warteg

- Sabtu, 11 September 2021 | 21:47 WIB
Ilustrasi Uang Bantuan Pemerintah (Pixabay)
Ilustrasi Uang Bantuan Pemerintah (Pixabay)

Bogor Times- Menteri Keuangan Sri Mulyani menerangkan. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk TNI dan Polri. Selain itu program bantuan langsung tunai (BLT) untuk pedagang warteg dan  pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi bagian dari obyek bantuan.

 
 "Kami berharap agar dana ini bisa langsung kita sampaikan Rp 600 miliar untuk TNI dan Rp 600 miliar untuk Polri. Kemudian diteruskan kepada masyarakat terutama PKL yang sangat sangat membutuhkan dan tepat sasaran,  jadi terhitung jumlah dana yang di alokasikan itu Rp 1,2 triliun," ujar Sri Mulyani dalam acara penyaluran BLT untuk pedagang warteg di Medan, Kamis (9/9). 
 
Menurut Sri Mulyani, bantuan ini sudah di susun perhitungan dan perencanaan nya dengan  menggunakan skema yang sama, dengan tidak terlepas dari bantuan usaha produktif mikro (BPUM) yang di ketahui selama ini disalurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk UMKM. Dengan Jumlah besaran manfaat nya sebesar Rp 1,2 juta untuk tiap penerima.
 
"BPUM sudah mencatat bahwa jumlah yang disalurkan kepada 12 juta UMKM banyak nya. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa BLT pedagang warteg ini diharapkan bakal menyasar sebanyak 1 juta pedagang,"
 
 
Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa pelibatan TNI dan Polri merupakan keputusan langsung dari Presiden Jokowi. Alasannya, kedua institusi ini merupakan aparat yang terlibat dan turun langsung dalam pemantauan protokol kesehatan selama berlakunya PPKM level 4.
 
Rencananya, TNI dan Polri bakal menyalurkan masing-masing untuk 500 ribu pedagang. Menkeu Sri Mulyani berharap penyaluran bantuan lewat TNI dan Polri bisa berjalan lebih cepat.
 
Dengan demikian, diharapkan bisa membantu para pedagang Warteg dan PKL mengatasi kesulitan secara ekonomi di tengah berjalannya penanganan dampak pandemi COVID-19.
 
"Beberapa pemilik warung dan PKL memberikan statement bahwa kehidupan mereka lebih berat, karena biasanya berjualan omzetnya turun bahkan sampai 75 persen," pungkas Sri Mulyani.
 
Kontributor: Ade Kosasih

Editor: Ahmad Fauzi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Organisasi WHO Soroti Klaster Siswa Terinfeksi Covid-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:58 WIB

Ramai Surat Edaran Bantuan Pesantren di Nilai Hoak

Jumat, 17 September 2021 | 21:54 WIB

Puan Maharani Geram, Kapan China Memasuki Natuna Utara

Jumat, 17 September 2021 | 16:05 WIB

Pendaftaran Prakerja Gelombang 21 di Buka Hari Ini

Kamis, 16 September 2021 | 13:18 WIB
X