• Senin, 20 September 2021

Dukung Proyek RSUD Bogor Utara, Pengurus RW Tolak Pungli dan Tagih Janji Perusahaan

- Minggu, 12 September 2021 | 08:37 WIB
Area Proyek RSUD Bogor Utara (Rosyka)
Area Proyek RSUD Bogor Utara (Rosyka)

Bogor Times- Pengurus dan Penasehat RW 07, Dusun 2 Desa Cogreg, mengimbau agar warga tidak mengutip truk dijalur Proyek RSUD Bogor Utara. Menurutnya pengurus lingkungan RW 07 tidak mengizinkan warga mengutip uang Rp 10 ribu pada tiap truk.  

"Kalau ngasih alakadarnya tidak apa-apa tapi kalau dipatok Rp 10 ribu itu masalah," terang Sis dalam rekamannya belum lama ini (11/9/2021).

Menurutnya, para pengemudi tak memegang dana lebih. Sehingga, jika ditarif maka akan memberatkan.

"Sopir itu diberikan waktu apa uang kasih jalan itu hanya terbatas makanya kepada saudara-saudara saya kepada rekan-rekan saya ya jangan sekali-kali menentukan nilai rupiah yang diberikan itu bersyukur Alhamdulillah tidak diberikan sakit hati disini semua memberikan bantuan program ini bagaimana bisa terlaksana dengan baik dan nyaman sehingga berdirilah rumah sakit yang kita idamkan selama ini," tegasnya.

Baca Juga: Diduga Mikirkan Rakyat Jakarta, Gubernur Anies Baswedan Kecebur Got

Baca Juga: Karang Taruna Desa Cogreg Gelar Turnamen Bulu Tangkis Tingkat Desa

Baca Juga: Kasihan Warga Cogreg, Tanamannya Diratakan PT JSE Tanpa Ganti Uang. Demo Jamaah Majelis Ancam

Tak hanya itu, Pak Sis juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah menjalin kerjasama dengan banyak pemerintah baik sipil hingga TNI. Sehingga aksi premanisme menjadi sorotan.

 "Mereka (perusahaan,red) punya link bukan hanya sekitaran untuk proyek ini, tapi pegawainya juga sudah pasti di instansi-instansi terkait ya contohnya polres ya Polda Jabar Intel Intel kodim dan sebagainya semuanya sudah tersebar karena mengusung program proyek pemerintah ini," diapresiasi .

Saat dikomfirmasi, Pengurus Pemuda Karang Taruna Desa Cogreg, Ferry menjelaskan, tidak ada anggota kartar yang memaksa tarif. Menurutnya, warga terpaksa mengejar truk karena total uang koordinasi yang diterapkan oleh Sub Kontrak PT Egi Karya tidak kunjung terealisasi.

Halaman:

Editor: Ahmad Fauzi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Organisasi WHO Soroti Klaster Siswa Terinfeksi Covid-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:58 WIB

Ramai Surat Edaran Bantuan Pesantren di Nilai Hoak

Jumat, 17 September 2021 | 21:54 WIB

Puan Maharani Geram, Kapan China Memasuki Natuna Utara

Jumat, 17 September 2021 | 16:05 WIB

Pendaftaran Prakerja Gelombang 21 di Buka Hari Ini

Kamis, 16 September 2021 | 13:18 WIB
X