• Rabu, 27 Oktober 2021

Wow! Belakang Layar Pembuatan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Halmahera Maluku Utara Ternyata Thiongkok.

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 17:45 WIB
m.youtube. weda bay (m.youtube. weda bay)
m.youtube. weda bay (m.youtube. weda bay)

BogorTimes - Area dengan terik panas menyengat. Buktin dan gunung menjulang tinggi beserta iklim ekstrim. Inilah gambaran area Halmahera Provinsi Maluku Utara tepat nya di Weda Bay.

Di lokasi tersebut, terdapat aktifitas proyek besar. Itu lah Proyek pembangunan pabrik baterai kendaran listrik.

Disana lah Pemerintah Indonesia memproyeksikan pembangunan kawasan Industri Terpadu yang pertama di dunia. Industri itu khusus memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

Pembangunan nya sudah diresmikan didaerah Weda Bay, Halmahera Provinsi Maluku Utara. Untuk pemegang proyek pemerintah Indonesia disana pemerintah Indonesia mengamanahkan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang akan menjalankan roda roda perusahaan yang fokus menghasilkan baterai lithium-ion."wow sungguh luar biasa."

Baca Juga: Difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bogor, BBRVPD Kementerian Sosial RI Salurkan Alat Bantu Pendengaran

IWIP sendiri adalah perusahaan urunan join dari tiga investor besar Thiongkok diantara nya Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi. Mereka akan ikut serta membantu rencana pemerintah Indonesia untuk menaikkan volume penjualan mobil hybrid dan listrik dalam negeri dalam beberapa tahun yang akan datang.

Dalam kesempatan itu salah satu pimpinan mengatakan, iaitu Wakil Direktur Hubungan Masyarakat dan Media Departemen Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Agnes Ide Megawati mengutarakan bahwa IWIP juga sebagai bentuk realisasi dari perjanjian antara Eramet Group (Perancis) dan Tsingshan, bersama dengan Antam pada 2018.

Perusahaan tersebut juga diketahui akan mengolah deposit bijih nikel dan 30kt/Ni Nickel Pig Iron smelter di kawasan tersebut. Smelter yang ada itu nanti akan berfungsi sebagai tempat pengolahan sumber daya mineral dengan produk akhir yang salah satunya adalah baterai lithium ion untuk kendaraan listrik.

Baca Juga: Pegawai Akulaku, Menagih Tidak Sesuai SOP,Mengancam dan Memaki Nasabah dengan Kata Kasar

Sedangkan untuk pembuatan baterai lithium ion sendiri akan diambil alih oleh investor lain yang juga berasal dari negeri tirai bambu. Tapi untuk siapa perusahaan tersebut dan berapa investasi yang akan dibenamkan, Agnes belum mau menyebutkannya.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kereta RLT Jabodebek Cawang Tabrakan di Cibubur

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:55 WIB

Twibbon Hari Nasional Sumpah Pemuda, Cantik dan Indah

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB

Alternatif Tempat Wisata Alam Curug Cibeureum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:56 WIB
X