• Minggu, 28 November 2021

DPR RI Meradang Test PCR Mestinya Opsional, Bukan Wajib, Aturan Kebelinger.

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:42 WIB
m.youtube-kericuhan tes pcr dibandara (m.youtube-kericuhan tes pcr dibandara)
m.youtube-kericuhan tes pcr dibandara (m.youtube-kericuhan tes pcr dibandara)

BogorTimes - Anggota DPR RI Mufti Anam geram karena melihat para penumpang di buag pusing tujuh keliling dengan di wajibkan nya aturan calon penumpang pesawat, entah itu tes PCR sebagai syarat perjalanan udara, yang akhirnya kegaduhan terjadi ketika mau berpergian naik pesawat.

Sementara itu Mufti menyoroti problem kegelisahan dan kemelut para penumpang dimasyarakat , anggota DPR RI salah satu yang menyuarakan lantang adalah Mufti.

Mufti menyuarakan agar pemerintah bisa menghadirkan solusi terbaik bagi para calon penumpang secara arif dan bijaksana terkait kewajiban tes usap atau polymerase chain reaction (PCR) 2x24 jam sebagai syarat perjalanan udara di Jawa dan Bali.

Baca Juga: STQ di Provinsi MALUT Mampu Menunjukan Pada Dunia, Al Quran Sumber Relevan Kehidupan Ummat Manusia.

Ini lah yang membuat para penumpang malas dan enggan dengan aturan yang tidak ada manfaat nya sama sekali bagi para penumpang dengan aturan menyusahkan para penumpang.

Menurut Mufti dalam keterangannya pada Jumat, 22 Oktober 2021, kebijakan yang mengacu pada Instruksi Mendagri 53/2021 dan surat edaran (SE) Satgas Covid 19 No. 21/2021 itu, kurang pas, karena tidak semua daerah punya kelengkapan fasilitas tes PCR yang memadai. Dikutip dari Pikiran Rakyat.com yang telah terbit dengan judul: "Anggota DPR Soal Syarat Naik Pesawat Terbaru: PCR Mestinya Opsional Bukan Wajib.

Baca Juga: Pangkostrad: Menjaga Toleransi Beragama dan Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pada Peringatan Hari Santri.

Selain itu Tes PCR apa guna nya cuman 2x24 jam dan itu pembodohan yang terstruktur kaga jelas manfaat nya.

Baca Juga: Twibbon Kece Hari Santri Nasional 2021, Ayo Semarakan dan Gaungkan.

“Ada yang berhari-hari baru keluar hasil PCR-nya, ada yang sampai 7 hari bahkan lebih jika orang yang dites cukup banyak. Bagaimana mau naik pesawat kalau hasilnya lama? "ampun" Ketika terbit hasilnya, meskipun negatif tetap tak bisa dipakai karena sudah lewat masanya,” ujar Mufti. Itu lah yang dikatakan pembodohan massal.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bang Billy Minta Doa Ribuan Yatim Kabupaten Bogor

Sabtu, 27 November 2021 | 13:04 WIB

Tauladan Pergaulan Nabi Muhammad SAW Dengan Agama Lain

Senin, 22 November 2021 | 13:50 WIB
X