• Minggu, 28 November 2021

Presiden Jokowi Pertamina dan PLN Meski di Cocok Hidungnya Agar Kerjanya Bener dan Tidak Malas.

- Senin, 22 November 2021 | 16:46 WIB
jokowi jewer kuping bumn dan pln males kerja (youtube.com )
jokowi jewer kuping bumn dan pln males kerja (youtube.com )

BogorTimes - Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kali ini seirama dengan apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi yang ingin marah dan tampak kesal ke Pertamina dan PLN dalam fungsi pengawasan dan keamanan di BUMN.

Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa dirinya sangat aktif dalam mengikuti informasi dari Pertamina 
dan PLN serta masih ada banyak kritik dan masukan yang disampaikan untuk kemajuan BUMN yang selama ini tidak terawasi fungsi pengawasan dan keamanan dengan baik.

"Selama ini sy cukup aktif mengikuti informasi soal @pertamina dan @pln_123, ada banyak masukan yg kami beri dan banyak kritik yg kami sampaikan," kata Ferdinand, di akun Twitternya, Minggu, 21 November 2021.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Menyampaikan Kritikan Pedas Terhadapa Ucapan Luhut Binsar Pandjaitan Mengenai TKA China.

Baca Juga: Hino Bus R260 Tangguh Terpercaya, Pemilik Perusahaan Otobus Menggunakan Perjalanan Jauh di Trans Jawa.

Terkait soal kemarahan Jokowi, Ferdinand berpendapat Pertamina 
dan PLN perlu dicambuk lebih keras karena banyak masalah tak terselesaikan dengan kata lain harus ditarik pake tambang para pekerja dan petingginya agar bekerja dengan baik jangan cuma bicara besar tapi kerja lembek dan malas.

"Pak @jokowi betul, di 2 BUMN ini perlu cambuk lbh keras, banyak masalah tak terselesaikan dan hrs diperbaiki," katanya.

Baca Juga: Suzuki Terapkan Dua Teknologi Yaitu Platform HEARTECT dan SHVS atau Smart Hybrid Vehicle.

Sebelumnya, dalam video yang diunggah YouTube Sekretariat PresidenJokowi menyoroti BUMN yang dianggap ruwet dengan birokrasi yang dimiliki oleh BUMN seperti Pertamina dan PLN yang dianggap sebagai penghalang masuknya investor.

Dalam kritikan tersebut, Jokowi berujar jika keruwetan yang ada di birokrasi membuat banyaknya investor sulit untuk berinvestasi di BUMN.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Sumber: YouTube Sekertariat Presiden, Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bang Billy Minta Doa Ribuan Yatim Kabupaten Bogor

Sabtu, 27 November 2021 | 13:04 WIB

Tauladan Pergaulan Nabi Muhammad SAW Dengan Agama Lain

Senin, 22 November 2021 | 13:50 WIB
X