• Senin, 8 Agustus 2022

Pemaknaan Hari Jumat dalam Agama Islam

Usman Azis
- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:05 WIB

Bogor Times- Bangsa Arab adalah salah satu bangsa tertua di dunia yang telah teruji eksistensi manusianya dalam dinamika zaman, tidak seperti kaum Mesir Kuno ataupun Babiloniayang bisa dibilang eksistensi manusianya telah “punah”.

Mereka memiliki karakteristik fisik yang khas, sangat berpegang teguh pada ajaran leluhur, serta memiliki minat besar terhadap kebudayaan, terutama budaya bahasa dan sastra.

Selain itu, bangsa Arab telah memiliki teori dalam bidang astronomi yang sangat maju di masa lampau, bahkan jauh sebelum ilmuwan Dinasti Abbasiyah mengembangkan teori-teori astronomi tersebut menjadi teknologi yang kita kenal saat ini.

Bakuan-bakuan waktu bangsa Arab dinamakan sesuai dengan hitungan biasa, maupun keadaan alam dalam rentang bulan tersebut. Misalnya dalam penamaan bulan Rabii’ul Awwal maupun Rabii’ul Akhir. Rabii’ bermakna kemarau.

Bulan tersebut dinamakan demikian karena dalam masa bulan itu di tanah Arab adalah musim kemarau.
Selain itu, dalam penghitungan pergantian hari, bangsa Arab berpatok kepada terbenamnya matahari. Satu hari dihitung sejak hari benar-benar terbenam hingga terbenam kembali esok harinya.

Penamaan hari tersebut disesuaikan dengan hitungan angka dalam bahasa Arab, yaitu ahad (satu), itsnain (dua), tsulaatsaa’ (tiga), arba’aa (empat), khamis (lima) , dan sabt atau sab’ah (tujuh).

Satu yang berbeda adalah hari keenam, yang dinamakan dengan hari Jum’ah, yang secara harfiah berasal dari kata jama’a yang berarti berkumpul. Hal ini sangat penting ditinjau, mengingat hari Jum’at adalah salah satu hari yang disebutkan dalam kitab Al-Qur’an, dan sering disebut-sebut oleh nabi Muhammad dalam haditsnya.


Berbagai tafsir tentu telah disampaikan oleh banyak pakar Al-Qur’an mengenai hal ini. Yang ingin diketengahkan dalam tulisan ini adalah esensi dan substansi yang bisa diambil dalam konteks hari Jum’at tersebut, sehingga kita bisa memaknai Islam secara lebih terbuka, bukan hanya agama bersifat ritual dan tekstualis, serta abai terhadap esensi makna ibadah yang bisa diambil untuk kemajuan masyarakat Indonesia.

Hari Jum’at dalam Teks Agama Islam

Hari Jum’at adalah hari yang utama bagi umat Islam, bahkan ia mendapat posisi mulia dengan menjadi nama sebuah surat dalam Al-Qur’an, yakni surah Al-Jum’ah.

Halaman:

Editor: Usman Azis

Sumber: NU Online

Tags

Terkini

Bharada E Jujur, Akui Berbohong dalam Kesaksian

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:01 WIB

Bakar Rumah Tetangga, Kakek-kakek Masuk Bui

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Dua Jasad Nelayan Hilang, Kini Ditemukan

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:39 WIB

Anisa Lutfiah Wanita tercantik dan termanis

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Dianiaya Majikan, TKW Indonesia Minta Pulang

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:11 WIB

Anak 19 Tahun Nikahi Kades, Lunasi Hutang Ortu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:02 WIB

Pelakor Sama Dengan Takhbib, Inilah Penjelasannya

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:10 WIB

Cara Masak Menu Istimewa Untuk Pemula

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:21 WIB

Cara Masak Menu Istumewa Untuk Pemuda

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X