• Selasa, 5 Juli 2022

Kenali Ujian Saat Berupaya Memperbaiki Akhlak

- Selasa, 17 Mei 2022 | 23:17 WIB
Peningkatan Akhlak Rohani (Pixabay.com)
Peningkatan Akhlak Rohani (Pixabay.com)

Bogor Times- Upaya untuk memperoleh akhlak mulia, akhlak terpuji, atau husnul khuluq tak selalu berjalan mulus.

Karena, akhlak yang mulia, akhlak yang terpuji, atau husnul khuluq menunjukkan kesempurnaan keimanan seseorang. Pada hadits berikut ini Rasulullah saw bersabda,

فقال صلى الله عليه وسلم أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم أخلاقا

Artinya, “Rasulullah saw bersabda, ‘Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya,’” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz III, halaman 74). 

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin-nya menyebutkan ujian terberat untuk orang yang menuju ke arah akhlak yang mulia, akhlak yang terpuji, atau husnul khuluq. Menurutnya, yang terberat adalah bersabar atas perlakuan orang lain yang tidak menyenangkan.

وأولى ما يمتحن به حسن الخلق الصبر على الأذى واحتمال الجفاء ومن شكا من سوء خلق غيره دل ذلك على سوء خلقه فإن حسن الخلق احتمال الأذى

Artinya, “Ujian terberat untuk berakhlak mulia atau husnul khuluq adalah bersabar atas tindakan yang tidak menyenangkan dan menerima tindakan ‘kasar’ orang lain karena orang yang mengadukan buruk akhlak orang lain menunjukkan keburukan akhlaknya sendiri karena akhlak terpuji justru mengharuskan seseorang untuk menanggung tindakan orang lain yang tidak menyenangkan,” (Imam Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: III/75).

Imam Al-Ghazali kemudian membawa riwayat Muttafaq Alaihi dari sahabat Anas ra yang mengisahkan perlakuan kasar seorang Badui terhadap Rasulullah saw.

Riwayat tersebut menceritakan, Badui tersebut menarik keras selendang yang sedang dikenakan Rasulullah saw sehingga selendang yang memang bertepi kasar itu memberi bekas pada leher Rasululah saw. Rasulullah saw tidak marah.

Rasulullah memaafkannya. Bahkan Rasulullah memberikan senyuman kepada Badui dan memperhatikan apa maunya. Setelah mendengar, Rasulullah meminta sahabat Anas bin Malik ra untuk memberikan permintaan Badui tersebut. “Aku melihat leher Rasulullah. Tepi selendang yang kasar membekas pada lehernya karena tarikan yang keras,” kata Anas ra dalam riwayatnya. (Imam Al-Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: III/75).

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:25 WIB

Enam Venue Stadion Piala Dunia U-20 2023

Senin, 4 Juli 2022 | 23:38 WIB

Kawanan Begal Diringkus Polres Bogor

Senin, 4 Juli 2022 | 10:17 WIB

Kendaraan Roda Empat Terbakar di Puncak Bogor

Senin, 4 Juli 2022 | 10:11 WIB
X