• Selasa, 5 Juli 2022

Alissa Wahid: Perbedaan Akan Selalu Ada. Itu Lah Unik nya Indonesia.

- Selasa, 24 Mei 2022 | 22:30 WIB
Alisssa Wahid Indonesia unik karena perbedaan (instagram)
Alisssa Wahid Indonesia unik karena perbedaan (instagram)

BogorTimes- Direktur Yayasan Bani KH Abdurrahman Wahid (YBWA) Alissa Qotrunnada Wahid mengatakan bahwa cikal bakal negara Indonesia adalah perbedaan.

 “Indonesia ada karena perbedaan,” kata Alissa sebagai pembicara kunci dalam acara peluncuran Program BEST, di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

 Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang penuh keragaman, etnis, budaya, bahasa, dan terdiri dari ribuan pulau merupakan suatu warisan yang harus disyukuri bersama seluruh komponen bangsa. Karena itu, tidak elok jika keberagaman tersebut dijadikan sebagai masalah untuk memecah belah bangsa.

Baca Juga: Cuaca Extream Musim Haji 2022, Panas Mencapai 50 derajat Celcius di Tanah Suci.

 “Keberagaman yang hadir di bumi Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Terdiri dari ratusan bahasa dan budaya, serta agama, jadi keberagaman bukanlah sebuah hal baru bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

 Tokoh perempuan yang kini menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU ini juga menyinggung, ketika masa kemerdekaan, apabila pendiri proklamasi saling egois dan tidak mementingkan keberagaman, Indonesia tidak akan ada. Namun, karena demi kesejahteraan bersama, Indonesia pun terlahir dari keberagaman tersebut.

 “Bisa jadi saya berwarga negara Jawa, lalu yang Maluku jadi Warga Republik Maluku Selatan, kalau dulu pada 1945 para pendiri bangsanya memilih untuk saling memaksakan dan tidak bersepakat, tapi karena ingin mempersatukan keberagaman yang ada, maka ada gagasan Indonesia untuk mengikat kita semua,” jelas Alissa.

Baca Juga: Panglima TNI Andika Showan Ke PBNU Apa Yang Bisa Disinergiskan Bersama Dalam Menjaga Kesatuan dan Persatuan.

 Sayangnya, ungkap dia, meskipun sudah dalam satu ikatan, pertentangan soal nasionalisme dan agama masih saja menjadi permasalahan bangsa. Yang lebih mengkhawatirkan hal tersebut pun terjadi di ruang sistem pendidikan, di mana mayoritas merasa berkuasa atas lingkungannya.

 “Eksklusivisme dan ekstremisme yang tumbuh berkembang belakangan ini telah melahirkan maraknya tindakan intoleransi dan diskriminasi. Bahkan, saat ini, eksklusivisme beragama pembibitannya (juga) ada di dunia sekolah,” ungkap Ketua Koordinator Jaringan Gusdurian Nasional itu.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:25 WIB

Enam Venue Stadion Piala Dunia U-20 2023

Senin, 4 Juli 2022 | 23:38 WIB

Kawanan Begal Diringkus Polres Bogor

Senin, 4 Juli 2022 | 10:17 WIB

Kendaraan Roda Empat Terbakar di Puncak Bogor

Senin, 4 Juli 2022 | 10:11 WIB
X