• Minggu, 2 Oktober 2022

Pakar Statistik Universitas Indonesia (UI), Farhan Muntafa: Generasi Muda Peroleh Radikalisme dari Medsos

- Jumat, 27 Mei 2022 | 07:08 WIB
Ilustrasi Medsos (Pixabay)
Ilustrasi Medsos (Pixabay)

Bogor Times-Akses pengetahuan di dunia maya disebut menjadi faktor transformasi pemahaman radikalil. 

Sebagaimana disebutkan oleh Pakar Statistik Universitas Indonesia (UI), Farhan Muntafa. Ia mengungkapkan bahwa pesan-pesan yang bermuatan radikalisme mudah diperoleh dari konten di situs online ataupun di media sosial (medsos).

Menurutnya , anak-anak muda menjadi radikal atau bahkan bergabung dengan kelompok militan melalui ajakan di medsos.

Baca Juga: Hadir Shalat Jumat Lebih Awal , Ini Manfaatnya

Medsos kini memang telah dianggap menjadi salah satu inkubator radikalisme. Khususnya yang menyasar kaum muda, baik kaum muda intelektual maupun kaum muda biasa.

“Medsos disinyalir telah menjadi inkubator radikalisme khususnya bagi generasi muda,” katanya dalam Seminar Hasil Penelitian Konten Narasi Ekstremisme di Media Online yang diselenggarakan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Balitbang Diklat Kemenag RI di Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021) malam.
 

Hal tersebut semakin akurat bila merujuk kepada hasil penelitian yang dilakukan Balitbang Kemenag. Dalam riset dicontohkan Leefa, WNI mantan simpatisan ISIS tertarik dengan ISIS karena menonton video propaganda yang ia dapatkan di internet. Namun, tak lama setelah itu yang bersangkutan merasa menyesal..

Baca Juga: Pakar Statistik Universitas Indonesia (UI), Farhan Muntafa: Generasi Muda Peroleh Radikalisme dari Medsos

Kisah serupa dialami pula oleh Nur Dahnia putri dari Direktur Otorita Batam Joko Wiwoho. Kala itu ketika yang bersangkutan memutuskan pergi ke Suriah usianya baru menginjak 15 tahun. Kemudian, setelah berada di Suriah selama kurang lebih 1,5 tahun, akhirnya ia kembali dan menyadari kekeliruannya.
 

Kasus-kasus seperti itu, kata Farhan, membuktikan bahwa dunia internet telah digunakan untuk merilis manifesto, propaganda, statemen agitatif, menggalang dukungan untuk memperkuat  jaringan, dan mengkomunikasikan antar-jaringan untuk merekrut anggota baru.

Halaman:

Editor: Usman Azis

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PC KMHDI bangun Komunikasi dengan Bawaslu

Jumat, 30 September 2022 | 17:49 WIB

Inilah Adab Orang Tua pada Anak, Berdasarkan Nas

Jumat, 30 September 2022 | 08:55 WIB

Simak 14 Sasaran Utama dalam Operasi Zebra 2022

Jumat, 30 September 2022 | 08:17 WIB

Sejarah PKI, Catatan Kelam Perjalanan Bangsa Indonesia

Jumat, 30 September 2022 | 08:12 WIB

Geger, Penemuan Bayi Mungil di Semak-semak

Kamis, 29 September 2022 | 16:40 WIB

Waspada! Kode Barcode Judi Online Sasar Game Anak

Kamis, 29 September 2022 | 09:04 WIB

Eks KPK Dampingi Sambo, Novel: Saya Kecewa

Kamis, 29 September 2022 | 08:52 WIB
X