• Selasa, 29 November 2022

Jembatan Ambrol di Garut, Warga Keluhkan Gagal Jual Hasil Tani

- Sabtu, 19 November 2022 | 21:00 WIB
Jembatan (Pikiran Rakyat)
Jembatan (Pikiran Rakyat)

Bogor Times- Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Garut menyebabkan jalan desa di wilayah Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, ambrol. Akibatnya, hasil pertanian dari tiga kampung di wilayah tersebut tak bisa dipasarkan.

Menurut Kepala Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Jafar Siddiq, jalan desa tersebut ambrol pada Selasa 15 November 2022.
Hal ini berawal dari meluapnya air di sungai hingga ke pinggir jalan. Kondisi itu menyebabkan munculnya lubang di bawah jalan.

Lubang tersebut makin lama makin besar sehingga menyebabkan tanah di bawah jalan menjadi kosong akibat terkikis air.

Hal itulah yang kemudian menyebabkan jalan ambrol. Kondisi jalan yang ambrol membuat kendaraan, terutama roda empat, tak bisa melintas.
"Keberadaan jalan desa ini sangat vital karena merupakan akses utama bagi warga di tiga kampung yakni Kampung Cogondok, Cipeundeuy, dan Cidangiang dengan jumlah keluarga mencapai sekitar 500," kata Jafar.

Baca Juga: Pasar di Jawa Barat Ber-SNI

Dampak yang paling dikhawatirkan akibat ambrolnya jalan itu, kata Jafar, yaitu tidak bisa dipasarkannya hasil pertanian dari ketiga desa tersebut.
Selama ini, ketiga desa itu dikenal sebagai penghasil sayuran yang sangat melimpah, terutama cabai rawit.
Menurut Jafar, apabila jembatan yang ambrol itu dibiarkan tak diperbaiki dalam waktu lama, maka sudah dapat dipastikan hasil pertanian yang melimpah itu tidak akan bisa dipasarkan. Jika hal ini sampai terjadi, akan sangat merugikan para petani.
”Diharapkan jalan tersebut bisa secepatnya diperbaiki,” tuturnya.

Diakui Jafar, untuk saat ini, jika harus mengandalkan dana desa, sangat tidak memungkinkan. Di sisi lain perbaikan jalan itu sangat mendesak dilakukan karena fungsinya yang sangat vital.***

Editor: Rajab Ahirullah

Sumber: Pikiran rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak Tata Cara Shalat Jenazah Ghaib

Senin, 21 November 2022 | 22:10 WIB

1912 Unit Rumah Rusak, 3895 Warga Mengungsi

Senin, 21 November 2022 | 21:02 WIB
X