• Selasa, 29 November 2022

Simak Tata Cara Shalat Jenazah Ghaib

- Senin, 21 November 2022 | 22:10 WIB
Ilustrasi shalat sunnah (Pixabay.com)
Ilustrasi shalat sunnah (Pixabay.com)

Bogor Times- Asal mula adanya shalat Gahib berawal dari kisah kematian Raja Najasyi, Ashhamah bin Abjar, sang penguasa negeri Habasyah (sekarang Etiopia). Ia wafat pada Rajab 9 Hijriyah. Kewafatan Raja Najasyi memiliki nilai tersendiri bagi sejarah dan hukum Islam. Karena dari sanalah kemudian muncul syariat untuk melakukan shalat Ghaib, shalat atas jenazaha yang tidak di tempat.    

Sebenarnya, bukan hanya untuk Raja Najasyi itu Nabi Saw melakukan shalat Ghaib, tetapi juga kepada tiga sahabat lainnya. Yaitu Mu’awiyah bin Mu’awiyah al-Muzanni yang wafat di Madinah, Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abu Thalib yang keduanya menjemput syahid dalam pertempuran Mu’tah saat melawan kekaisaran Romawi Timur. 

 Namun, yang paling sering dibicarakan ulama sebagai dalil shalat Ghaib adalah shalat yang dilakukan Nabi saw kepada raja yang dikaruniai Islam di penghujung usianya. Hal ini dikarenakan dalil Nabi saw shalat Ghaib atas Raja Najasyi adalah hadits shahih, bahkan disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Muslim.   

Baca Juga: 1912 Unit Rumah Rusak, 3895 Warga Mengungsi

Dalil Shalat Ghaib 

Di antara dalil tersebut adalah riwayat dari Abu Hurairah ra:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى، فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)   

Artinya, “Sungguh Nabi saw memberitakan kabar kematian Raja Najasyi di hari kewafatannya, lalu beliau bersama para sahabatnya keluar ke tempat shalat, membariskan sahabatnya dan bertakbir sebanyak empat kali (shalat Ghaib).” (Alawi Abbas al-Maliki, Hasan Sulaiman an-Nuri, Ibânatul Ahkâm Syarhul Bûlugil Marâm, juz II, halaman 173).

Baca Juga: Data PMI Cianjur: 20 Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimpa Bangunan, Gempa Susulan Masih Terjadi

Sementara hadits yang menyatakan Nabi saw shalat Ghaib untuk sahabat Mu’awiyah bin Mu’awiyah al-Muzanni atau al-Laitsi adalah hadits dha’îf (lemah) sebagaimana dikatakan al-Bukhari dan al-Baihaqi.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak Tata Cara Shalat Jenazah Ghaib

Senin, 21 November 2022 | 22:10 WIB

1912 Unit Rumah Rusak, 3895 Warga Mengungsi

Senin, 21 November 2022 | 21:02 WIB
X