• Rabu, 27 Oktober 2021

Maulana Jalaludin Rumi : Makna Cinta Tidak lagi Berharga Jika Sudah Mengenal Cinta

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
Maulana Jalaludin Rumi  (Bogor Times)
Maulana Jalaludin Rumi (Bogor Times)


Bogor Times - Maulana Jalaludin Rumi sudah tidak asing di kalangan orang - orang sufi, Rumi juga terkenal dengan syair - syair cintanya bahkan tidak sedikit para pujangga memakai kata - kata maulana rumi untuk mengutarakan isi hatinya terhadap orang yang dicintainya.

Cinta bagi Rumi memiliki arti sebagai “Perasaan Universal”, “Sebuah ruh persatuan dengan alam semesta”. Menurut maulana Rumi cinta itu sifat Universal, karakter yang dimiliki semua orang dari agama,dan budaya apapun semua menganggap cinta itu luhur dan baik.

Cinta juga sebagai obat atau pemulihan terhadap kesombongan yang melekat dalam diri manusia, tabib dari segala kelemahan dan dukacita.Jiwa pecinta jiwa yang rendah hati karena tidak memikirkan diri sendiri.

Cinta juga adalah kekuatan yang menggerakkan perputaran dunia dan alam semesta. Gara - gara ada cinta alam ini bersatu dan berpisah, bukah hanya pertemuan perpisahan pun itu tanda dari cinta, seperti halnya orang tua menyapih anaknya, ibu melepaskan asi dari sang bayi walaupun itu berat namun demi kebaikan si bayi maka perpisahan tersebut akan ditempuh, ataupun dua sejoli yang merelakan salah satu pasanganya pergi, jika tidak ada cinta hanya ada rasa kepemilikan maka tidak akan pernah rela berpisah dengan pasangannya. karena cinta yang memberikan makna bagi kehidupan dan keberadaan kita.

Baca Juga: Sekretatiat PMII Diserang, Ketua Cabang dan Anggota Luka, Pengurus Besar Desak Kepolisian

kata Maulana Rumi, cinta yang membuat karakter manusia me-Nuhan, (Semakin spiritual), ciri sejati cinta terdapat pada ikhlas.Ketika orang jatuh cinta aku akan hilang yang ada engkau.

Semakin seseorang mencintai, makin larutlah ia terserap dalam tujuan-tujuan ilahiyah kehidupan. Dalam tujuan-tujuan ilahiyah penciptaan inilah manusia memperoleh makna yang sebenarnya dari kehidupannya di dunia dan itu pulalah yang memberinya kebahagiaan rohaniah yang tidak terkira nilainya.

Bentuk apa saja yang diekspresikan oleh cinta adalah baik, karena cinta hanya akan memilih ekspresi terbaik. jika dasarnya cinta tidak akan membawa keburukan jika mengatakan cinta tapi melahirkan keburukan maka itu bukan cinta bahkan jauh dari cinta.

Cinta berbeda dari perasaan suka dan duka. Ia tidak menuntut pahala, tidak memperdulikan hukuman dan neraka, seperti tampak dalam doa-doa Rabi’ah al-Adawiyah yang begitu indah.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Sumber: MJS Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerinduan Seorang Hamba Kepada Rasulullah

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Kyai Said Aqil Siraj, Altruism, Dan Muktamar NU

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:45 WIB

Rivalitas HMI dan PMII di Muktamar NU

Jumat, 8 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Keharaman Sholat Berjamaah, Ini Asalannya.

Jumat, 8 Oktober 2021 | 06:30 WIB

Pilih Zodiak Kamu! Mari Kita Lihat Tipe Hatimu

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 06:00 WIB

19 Cara Rhefresh Otak Agar Tidak Lemot

Selasa, 28 September 2021 | 20:20 WIB
X