Presiden Jokowi Haqqul Yakin Mobil Listrik Dengan Mengintegritaskan Krakatau Steel Indonesia 2-3 Tahun Buming.

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:21 WIB
m.youtube-jokowi haqqul yaqin mobil listrik 2-3 tahun menjadi barometer dunia (m.youtube-jokowi haqqul yaqin mobil listrik 2-3 tahun menjadi barometer dunia)
m.youtube-jokowi haqqul yaqin mobil listrik 2-3 tahun menjadi barometer dunia (m.youtube-jokowi haqqul yaqin mobil listrik 2-3 tahun menjadi barometer dunia)

BogorTimes - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah menyerah pantang mudur, tak hentinya menggelorakan semangat membangun mobil listrik di Indonesia.

Dalam pengambilan bahan mentah Jokowi mengutarakan bahwa dalam penggunaannya akan menggunakan produk lembaran baja dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Jokowi mengutarakan akan menyandingkan/integritaskan bisnis PT Krakatau Steel dengan industri baterai dan mobil listrik di tanah air.

"Kita mau integrasikan Krakatau Steel. Lithium baterai, industri turunan nikel, dengan industri otomotif," katanya saat di Istana Negara, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Tim Indonesia Merah Putih Berhasil Membekuk Juara Bertahan Dengan skor 3-0, Presiden Jokowi Tegang.

Lebih lanjut, Jokowi menerangkan, Krakatau Steel yang ada sekarang ini membangun pabrik hot strip mill. Dengannya, Krakatau Steel dapat memproduksi lembaran-lembaran tipis yang bisa dipakai untuk body mobil.

Jokowi optimistis industri hilirisasi terkait baterai dan mobil listrik akan berkembang pesat di dalam negeri. Bahkan, ia memperkirakan mobil listrik akan ramai bermunculan di Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan.

"Jadi entah itu dari kerja sama BUMN dengan swasta luar, swasta sendiri, tapi yang jelas nilai tambah itu ada di dalam negeri. Ini sebuah kesempatan, jangan sampai kita kehilangan opportunity lagi, kesempatan lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Ibu Kota Jakarta Menggelar Formula E 2022, Anies Baswedan Sejalan Dengan Jokowi, Benarkah?

Disebutan, Krakatau Steel telah memiliki pabrik industri baja lembaran (hot strip mill) dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X