• Rabu, 27 Oktober 2021

Sultan Maulana Yusuf Raja Banten II, Meningkatkan Pertanian Banten Sampai Tatanan Daerah

- Senin, 4 Oktober 2021 | 07:13 WIB
Makam Sultan Maulana Yusuf Banten (Dokumentasi Bogor Times)
Makam Sultan Maulana Yusuf Banten (Dokumentasi Bogor Times)

Bogor Times - Sultan Maulana Yusuf, Beliau adalah Putera dari Sultan Hasanudin dari pernikahanannya dengan Ratu Ayu Kirana. Seperti juga ayahnya, Sultan Maulana Yusuf ingin memajukan Banten.

Pada masa Raja Banten II ini tidak hanya pendidikan agama yang di galakan, juga lebih ditekankan pada bidang pembangunan kota, keamananan dan pertanian. Pada masanya pulalah Ibukota Pajajaran (Pakuan) dapat ditaklukan oleh banten. Para punggawa kerajaan Pajajaran lalu di islamkan dan masing-masing memegang jabatannya seperti semula.

Tidak hanya penaklukan Pajajaran Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf juga, perdagangan di Banten semakin maju. bahkan bisa dikatakan bahwa pada saat itu Banten bagaikan kota penimbunan barang-barang dari penjuru dunia yang nantinya disebrakan ke kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara.

Baca Juga: PC IPNU IPPNU Kabupaten Bogor Gelar Rapat Koordinasi dan Diklat Administrasi

Sehingga Banten menjadi begitu ramai dikunjungi, baik dari luar maupun oleh para penduduk Nusantara. dan dibuatkan peraturan penempatan penduduk asal daerahnya. Perkampungan untuk orang asing biasanya ditempatkan diluar tembok kota. seperti Kampung Pakojan terletak disebelah barat pasar Karangantu, untuk para pedagang dari Timur Tengah, Pecinan terletak disebalh barat Masjid Agung, untuk para pedagang dari Cina.

Tidak hanya penempatan daerah Maulana Yusuf juga menempatkan berdasarkan keahilan yang di milki warganya, Kampung Panjunan (Untuk para Tukang Belanga, gerabah, periuk dsb), Kampung Kepandean (Untuk tukang Pandai besi), Kampung Pangukiran (Untuk Tukang Ukir), Kampung Pagongan (Untuk tukang gong), Kampung Sukadiri (Untuk para pembuat senjata).

Baca Juga: Jalaludin Rumi, Fihi Ma Fihi : Aku Tertawa Ketika Membunuh

Demikian pula untuk golongan sosial tertentu, misalkan Kademangan (untuk para demang), Kefakihan (Untuk para ahli Fiqih), Kesatrian (Untuk para Satria, perwira, Senopatai dan prajurit istana).

Pengelempokan pemukiman ini selain dimaksudkan untuk kerapihan dan keserasian kota, tapi lebih penting untuk keamanan kota. Tembok kota juga diperkuat dengan membuat parit-parit disekelilingnya, dalam babad banten disebutkan Gawe Kuta bulawarti bata kalawan kawis.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X