• Minggu, 28 November 2021

Alissa Wahid: Makam Gus Dur di Serbu Para Pencintanya karena di Buka Lagi.

- Selasa, 2 November 2021 | 22:03 WIB
putri sulung alm.gus dur terharu dan cemas Alissa wahid (youtube.com )
putri sulung alm.gus dur terharu dan cemas Alissa wahid (youtube.com )

BogorTimes - Alissa Wahid Seperti kita ketahui adalah salah satu anak dari Almarhum Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), beliau mengungkapkan perasaan nya khawatir sekaligus cemas namun sangat terharu.

Hal ini, Alissa Wahid menyatakan setelah kompleks pemakaman Almarhum Gus Dur yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah dibuka lagi untuk para penziarah pecinta dan pengagum beliau.

Alissa menyatakan bahwa dirinya merasa khawatir dan takut akan risiko pandemi yang masih belum reda bagi para pecinta pengagum bagi para peziarah yang kondisi masih pandemi yang sampe hari ini belum kunjung juga hilang.

Baca Juga: Satu Tahun lagi Indonesia Kedatangan Tamu Istimewa, Jokowi Siap Menerima Paduka Erdogan.

Namun disisi lain beliau merasa terharu melihat kecintaan para peziarah terhadap Gus Dur yang mungkin rindu berziarah ke Kompleks Pemakaman Tebuireng.

"Iya, mendoakan dari luar, di balik tembok makam tebuireng. Membuat sedih, cemas sekaligus terharu," kata pemilik nama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid itu.

"Sedih krn tidak bisa membukakan pintu. Cemas krn masih pandemi, takut risiko buat peziarah. Terharu karena sebesar itu cinta mereka," sambungnya.

Baca Juga: Lakukan Pungli, Oknum RT dan RW Desa Citeureup Terancam Pidana

Dia pun mendoakan Gus Dur dan mereka yang berziarah agar selamat dari apa pun itu.

"Untuk #GusDur & mereka semua, alfatihah," ucap Alissa Wahid, sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang telah rilis dengan judul: "Alissa Wahid Dibuat Takut sekaligus Terharu Lihat Peziarah di Makam Gus Dur: Sebesar Itu Cinta Mereka"Alissa Wahid Dibuat Takut sekaligus Terharu Lihat Peziarah di Makam Gus Dur: Sebesar Itu Cinta Mereka. Dari akun Twitter @AlissaWahid pada Selasa, 2 November 2021.

Halaman:

Editor: Imam Shodiqul Wadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X