Ketidaksesuaian Nama Proyek dengan Pernyataan Kepala Dinas Perumkim:Apakah Indikasi Proyek Fiktif?

- Rabu, 12 Juni 2024 | 13:13 WIB
Kadis Perumkim paling depan tengah menggunakan ID card RR Juniarti Estiningsih (Penulis/Febri Daniel Manalu)
Kadis Perumkim paling depan tengah menggunakan ID card RR Juniarti Estiningsih (Penulis/Febri Daniel Manalu)

Bogor Times - Proyek pemeliharaan lapangan rumput alun-alun Kota Bogor menjadi sorotan sebab ada ketidakcocokan antara nama paket proyek dan ruang lingkup pekerjaan. Proyek yang terdaftar dengan kode paket 23345163 ini memiliki nilai pagu sebesar Rp 166.538.000,00 dan didanai oleh APBD Kota Bogor 2024.

Rencana Umum Pengadaan

Kode RUP: 46687623
Nama Paket: Pemeliharaan Lapangan Rumput Alun-Alun
Sumber Dana: APBD
Tanggal Pembuatan: 27 Mei 2024
Tahap Saat Ini: Upload Dokumen Penawaran
Instansi: Kota Bogor
Satuan Kerja: Dinas Perumahan dan Permukiman
Jenis Pengadaan: Jasa Lainnya
Metode Pengadaan: Pengadaan Langsung
Khusus Orang Asli Papua (OAP): Tidak
Nilai Pagu Paket: Rp. 166.538.000,00
Nilai HPS Paket: Rp. 151.251.918,90
Jenis Kontrak: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Lokasi Pekerjaan: Alun-Alun Kota Bogor - Bogor (Kota)
Persyaratan Kualifikasi

Wartawan Febri Daniel Manalu bertanya adanya dugaan ketidakjelasan ruang lingkup proyek ini kepada Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman. Meskipun nama paket adalah "Pemeliharaan Lapangan Rumput Alun-Alun," ruang lingkup yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Perumkim Kota Bogor RR Juniarti  Estiningsih mencakup seluruh area berumput, termasuk zona 1, lapangan, plaza, dan Asmaul Husna.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah anggaran yang disediakan benar-benar dialokasikan untuk pemeliharaan rumput alun-alun saja atau digunakan untuk area yang lebih luas.

Wartawan Febri Daniel Manalu pun mencoba mengajukan beberapa pertanyaan kepada Esti Juniarti Estiningsih:

Bisakah ibu memberikan rincian biaya untuk setiap komponen pemeliharaan, termasuk gaji pegawai, BBM, pupuk, pestisida, pemeliharaan sprinkler, dan penyulaman rumput?

Berapa jumlah pegawai yang terlibat dalam pemeliharaan ini dan berapa gaji mereka per bulan?"

Seberapa sering BBM digunakan dan berapa banyak yang digunakan per bulan?
Berapa jumlah dan jenis pupuk serta pestisida yang digunakan, dan seberapa sering digunakan?"

Apakah ada proyek serupa yang telah dilakukan sebelumnya? Jika ada, berapa biayanya dan bagaimana rincian penggunaannya?
Apakah ada laporan penggunaan dana yang dapat dibagikan untuk transparansi dan verifikasi?

Apakah sudah melakukan audit terhadap seluruh proses dan pengeluaran? Jika sudah, bolehkah ditunjukkan?

Contoh Penggunaan Anggaran yang Diminta:
Febri Daniel Manalu memberikan contoh rincian penggunaan anggaran BBM untuk memperjelas jenis rincian yang diminta:

Mesin pemotong rumput digunakan 3 kali seminggu, setiap kali selama 2 jam.
Konsumsi BBM 1 liter per jam, total 168 liter untuk 7 bulan.
Total biaya BBM: Rp 2.520.000.
Namun, Kepala Dinas Perumkim Kota Bogor belum memberikan jawaban yang memadai mengenai rincian penggunaan dana atau bukti pengeluaran.

Dugaan Proyek Fiktif?
Febri Daniel Manalu juga menanyakan kepada Juniarti Estiningsih apakah ada dugaan proyek fiktif pada tender ini mengingat ketidaksesuaian antara nama paket dan ruang lingkup pekerjaan. Nama paket "Pemeliharaan Lapangan Rumput Alun-Alun" seharusnya hanya mencakup pemeliharaan rumput di alun-alun, bukan seluruh area berumput di zona lain.

Esti masih belum menjawab pertanyaan lain dari wartawan media ini, dengan alasan bahwa dia sedang sekolah saat dihubungi pada Rabu, 12 Juni 2024.

Halaman:

Editor: Febri Daniel Manalu

Tags

Rekomendasi

Terkini

Inilah Sejarah Tahun Baru Islam

Selasa, 25 Juni 2024 | 07:00 WIB

Terpopuler

X