• Senin, 20 September 2021

Budi Dalton : Bangsa Indonesia Tidak Percaya Diri dengan Bahasanya Sendiri

- Minggu, 5 September 2021 | 11:13 WIB
Budi Dalton dan Sule (Instagram @artgram)
Budi Dalton dan Sule (Instagram @artgram)

Bogor Times - Indonesia merupakan negara yang sangat beragam. Indonesia memiliki suku bangsa atau etnik dan ras yang tersebar di wilayah Indonesia.Merujuk pada sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa.

Dengan jumlah 1.340 Suku tentunya bisa memiliki ribuan bahasa, tetapi pada  nyatannya, bangsa ini tidak percaya diri untuk menggunakan bahasa lokal dalam memaknai sesuatu cendrung menggunakan bahasa asing.

Wakil Dekan Tiga Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan, Budi Setiawan Garda Pandawa atau Budi Dalton mengatakan di salah satu tayangan channel yotube Sule, sampai saat ini memahami kopi saja, kita masih terdoktrin bahwa kopi itu datang dari bahasa Inggris yang di Indonesiakan, padahal fungsi kata itu menunjukan barang sedangkan di Inggris sampai saat ini tidak ada pohon kopi seharusnya Kata Kopi itu dari bahasa Indoensia yang di Inggriskan menjadi Coffee.

"sampai saat ini yang sulit ini kan kita pahami bahwa kopi itu datang dari luar karena doktrin sejarah , padahal kalau pergi ke belanda bilang java di suguhin kopi, artinya kopi yang datang dari pulau jawa," tutur budayawan Sunda ini.

"Bagaimana caranya kita menghapus itu, kita pasti mikirnya ini Coffee di Indonesiakan jadi kopi, sementara fungsi kata itu kan yang menunjukkan barang. Saya dengan kang Sule sepakat menamakan ini botol, (sambil memegang botol air mineral) Ketika saya mengatakan ini botol kang sule pasti ngerti, maka harus ada barang dulu baru namanya, pertanyaan saya, di Inggris apakah ada pohon kopi, Kalau tidak ada pohonnya pasti nama kopi itu tidak ada, berarti kopi di inggriskan jadi coffee. Tapi sekarang jadi terbalik kopi hitam murah Black Coffee mahal padahal kopinya masih itu juga gara - gara narasi jadi merubah harga, akhirnya kita akan Salah kaprah dalam berbahasa," sambung pria kelahiran 1972 ini.

Baca Juga: Head To Head PSS Sleman VS Persija Jakarta

Menurut Dosen sekaligus Budayawan ini, ciri budaya yang besar itu dari bahasa karena dari bahasa itu sendiri ada makna yang terasa,Budi Dalton mencontohkan dari kata Jatuh yang di artikan kedalam bahasa Sunda bisa menjadi beberapa kata daan makna,Titotodog, tikosewad, tigedeblug, tijongklok, tisereleu, tijengkang, tikusruk, tigeledag, ngadudubrag.

"Cirinya Budaya yang besar itu dari bahasa karena bahasa ini ada makna yang terasa. Kan kang sule di besarkan di Sunda saya juga dibesarkan di Sunda, misalnya : saya mengatakan kang anton abok titotodog (jatuh ke depan) atau ti kosewad (jatuh ke belakang),Tijongklok (Jatuh Kedepan) Tisoledat (Jatuh Menginjak Kulit Pisang) dan lain lain, jadi sudah ada gambarnya terbayang tidak perlu penjelasan lagi. Coba kalau di bahasa Indonesiakan Kang Anton jatuh dan Bakal ada pertanyaan lagi jatunya kaya gimana, makanya ketika dialih bahasakan jadinya susah, maknanya tidak akan sampai. Seperti ini le aing mah teu mais teu meleum nyaho- nyaho katempuhan buntut maung. Coba kalau di bahasa indonesiakan, gua mah enggak mepes engga ngebakar tahu-tahu tertuduh ekor harimau kan jadinya lucu. Jadi makna yang dirasa tidak semuanya bisa terwakili oleh bahasa persatuan atau bahasa nasional atau belum ketemu," Ungkapnya.

Baca Juga: Sedia Payung! Pukul Satu dan Empat Sore, Bogor Hujan Beserta Petir Berdasarkan Perediksi BMKG

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Tags

Terkini

Pemikiran Filsafat Gus Dur Kelas Dunia.

Selasa, 14 September 2021 | 11:09 WIB

Masker Kopi Mencerahkan Kulit Dengan Biaya Murah

Rabu, 8 September 2021 | 14:06 WIB

Gus Dur sadar di Tipu, Gus Mus Protes

Selasa, 7 September 2021 | 23:43 WIB

Tanda Pria Beruntung, Punya Istri Cerewet

Selasa, 7 September 2021 | 23:42 WIB

Cara Membuat Coffee Japanese Iced

Senin, 6 September 2021 | 13:30 WIB

Nusantara Menuju Mercusuar Dunia Islam

Minggu, 5 September 2021 | 19:06 WIB

Puisi Emha Ainun Najib atau Cak Nun 'Lautan Jilbab'

Sabtu, 4 September 2021 | 12:00 WIB
X