• Senin, 20 September 2021

Bagaimana Hukum Akad Nikah Bagi Wanita Yang Dalam Keadaan Haid?

- Minggu, 5 September 2021 | 14:39 WIB
Photo Nikah omday (Bogortimes.com)
Photo Nikah omday (Bogortimes.com)

Bogor Times- Pernikahan adalah impian setiap insan, dimana bersatunya laki-laki dan perempuan dalam ikatan sakral yang sah dimata hukum dan agama, yang apapun yang dilakukaan bagi yang telah menikah bersifat ibadah.

Banyak yang bertanya-tanya mengenai bagaimana hukum melangsungkan akad nikah dalam Islam ketika perempuan sedang dalam keadaan haid. Sehingga banyak pasangan yang masih ragu untuk melangsungkan pernikahan dikarenakan si perempuan sedang dalam keadaan haid.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita lihat terlebih dahulu mengenai syarat dan rukun nikah terlebih dahulu;

Syarat – syarat nikah bagi calon suami:

  • Bukan Mahram dari calon istri.
  • Tidak terpaksa, atas kemauan tersendiri.
  • Orang tertentu,jelas orangnya.
  • Tidak sedang ihram.

Syarat – syarat nikah bagi calon istri:

  • Tidak ada halangan syara’ yaitu tidak bersuami, bukan mahram tidak sedang dalam masa iddah’.
  • Merdeka.
  • Jelas orangnya.
  • Tidak sedang berihram’.
  • Adapun rukun nikah adalah:
  • Ada mempelai laki-laki
  • Ada mempelai perempuan
  • Ada Wali
  • 2 Orang SaksiS
  • highat atau “Ijab Qabul”

Nah jika melihat rukun dan syarat nikah diatas tidak mensyaratkan bahwa wanita harus dalam keadaan suci dari haid. Maka hukum akad nikah ketika wanita yang sedang haid hukumnya sah, karena hukum asal pernikahan adalah halal dan sah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Sementara tidak ada dalil yang menyatakan haramnya akad nikah saat wanita haid.

Sedangkan yang harus diperhatikan adalah dalam kondisi ini, kedua pengantin tidak bisa melakukan sholat berjamaah di awal malam pertama, sehingga suami sholat sunah sendirian kemudian memegang ubun-ubun istri dan mendo’akannya dengan do’a keberkahan.

Dan antara suami dan istri belum boleh melakukan hubungan suami istri sebelum si istri selesai masa haidnya. Perlu kita ketahui bahwa perbedaan antara akad dan talak. Talak tidak bisa dijatuhkan ketika istri sedang haid, bahkan hukumnya adalah haram

Rasulullah SAW pernah marah ketika mendengar berita bahwa Abdullah bin Umar menalak istrinya yang sedang dalam keadaan haid, kemudian beliau memerintahkan Abdullah untuk rujuk kembali dan membiarkan sang istri tetap berstatus sebagai istri hingga suci dari haid. Setelahnya terserah kepada Abdullah apakah ingin tetap mempertahankan atau menalak istrinya.

Dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq menyebutkan tentang talak:

Halaman:

Editor: Dayat Hidayat

Tags

Terkini

Pemikiran Filsafat Gus Dur Kelas Dunia.

Selasa, 14 September 2021 | 11:09 WIB

Masker Kopi Mencerahkan Kulit Dengan Biaya Murah

Rabu, 8 September 2021 | 14:06 WIB

Gus Dur sadar di Tipu, Gus Mus Protes

Selasa, 7 September 2021 | 23:43 WIB

Tanda Pria Beruntung, Punya Istri Cerewet

Selasa, 7 September 2021 | 23:42 WIB

Cara Membuat Coffee Japanese Iced

Senin, 6 September 2021 | 13:30 WIB

Nusantara Menuju Mercusuar Dunia Islam

Minggu, 5 September 2021 | 19:06 WIB

Puisi Emha Ainun Najib atau Cak Nun 'Lautan Jilbab'

Sabtu, 4 September 2021 | 12:00 WIB
X