• Minggu, 28 November 2021

Catatan Hati Seorang Guru

- Jumat, 26 November 2021 | 02:53 WIB
Ilustrasi (Pixabay.com)
Ilustrasi (Pixabay.com)


Bogor Times - Guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik.

Guru merupakan seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya.

Guru adalah seorang pemimpin pembelajaran yang mempunyai peran penting dalam keberhasilan peserta didik untuk mendapatkan berbagai kompetensi yang diharapkan.

Ada beberapa jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik di abad 21 ini yaitu: keterampilan berpikir kritis (Critical thinking), kreativitas (Creativity), Berkomunikasi (Communication), dan berkolaborasi (Collaboration) yang sering disingkat dengan 4C, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dan keterampilan literasi.

(hmm…paket komplit ya ternyata eh ternyata zaman now ini pe’er guru bejibun pisan ditambah masanya yang kita alami baru mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru karena musibah wabah covid 19 ya)
Rasa syukur yang sangat luar biasa karena genap 10 tahun sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan berada dalam barisan kebaikan ini yaitu di dunia pendidikan sebagai guru.

Baca Juga: Ketua LP Ma’arif NU Dorong Para Guru Tingkatkan Kompetensi Digital Syifa Arrahmah

Saya merasa usia peran saya dalam dunia pendidikan ini masih sangat belia dibandingkan para guru yang sudah puluhan tahun lamanya mengabdikan jasanya dalam dunia pendidikan ini. Terlepas dari itu semua, saya merasa bangga dan salut luar biasa kepada para guru tertua (senior) yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk kecerdasan para generasi penerus kemajuan bangsa.

Bukan sibuk berlomba mengejar diangkat sebagai ASN semata berpuluh-puluh tahun mengabdikan dirinya, sampai mereka lupa ada jaminan kesejahteraan hidup yang diadakan oleh pemerintah dengan “syarat khusus”tentunya. Yang paling menarik dan alangkah lucunya negeri ini, mereka harus bersaing dengan para pemuda yang baru seumur jagung untuk jaminan kesejahteraan dalam pengangkatan ASN nantinya.

Baca Juga: PT Bogor Mineral Kembali Longsor Tutup Irigasi, Warga Minta Bupati Tengok Bogor Ujung Timur

“Beri nilai dari usahanya, jangan dari hasilnya. baru kita bisa menilai kehidupan (Albert Einstein)”. (Semoga semua guru di seluruh dunia akan sejahtera kehidupannya tanpa syarat khusus pada waktunya).

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrul Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hati Seorang Guru

Jumat, 26 November 2021 | 02:53 WIB

Hakikat Prestasi Dalam Worldview Islam

Sabtu, 20 November 2021 | 23:09 WIB

Islam Dan Nasionalisme

Kamis, 18 November 2021 | 19:45 WIB

Lima Sebab dan Tiga Cara Menuntut Ilmu

Kamis, 18 November 2021 | 19:00 WIB

12 Zodiak Dari yang Penurut Sampai Pemberontak

Selasa, 9 November 2021 | 10:59 WIB

Kerinduan Seorang Hamba Kepada Rasulullah

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:43 WIB
X