Politik Uang dan Dampak Psikologis Kegagalan dalam Pemilihan: Perspektif Kang Sandi

- Selasa, 27 Februari 2024 | 12:14 WIB
Foto : KSB Kota Bogor (Penulis/Febri Daniel Manalu)
Foto : KSB Kota Bogor (Penulis/Febri Daniel Manalu)

Bogor Times- Politik uang, fenomena yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kontestasi demokrasi, terus menjadi sorotan. Meski upaya pemberantasan terus dilakukan, namun dianggap sulit untuk menghapuskan praktik ini sepenuhnya.

Ketua KSB Kota Bogor,Kang Sandi,baru-baru ini mengungkapkan hasil survei yang mengejutkan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Praxis Indonesia, sikap permisif terhadap praktik politik uang cukup tinggi di kalangan mahasiswa. Hanya sekitar 10,99% responden yang menolak praktik tersebut, sementara sisanya menunjukkan sikap pragmatis dengan menerima uang namun tidak memilih kandidat yang memberikannya.

"Fenomena ini semakin diperparah dengan perilaku beberapa calon legislatif yang, setelah menggunakan politik uang namun gagal terpilih, bahkan mencoba meminta kembali uang yang telah mereka keluarkan. Ini menunjukkan betapa mendalamnya praktik politik uang telah mengakar dalam sistem pemilihan dan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi dalam upaya pemberantasan,"ungkap kang Sandi sapaan akrabnya kepada wartawan Bogor Times pada Selasa,27 Februari 2024.

Selain itu, dampak psikologis kegagalan dalam pemilihan umum juga menjadi perhatian serius.Sandi menekankan bahwa kegagalan bukan hanya memengaruhi kandidat yang tidak terpilih, tetapi juga mereka yang memiliki hubungan psikologis dengan kandidat tersebut. Hormon seperti serotonin berperan dalam mengendalikan suasana hati dan metabolisme tubuh, menunjukkan bahwa dampak kegagalan dapat bersifat fisik dan emosional.

"Untuk mengatasi dampak psikologis tersebut, saya menyarankan beberapa teknik seperti latihan pernapasan yang dapat membantu meredakan stres dan kekecewaan. Kami menggarisbawahi pentingnya persiapan mental untuk menghadapi kegagalan, agar individu dapat menghadapinya dengan sikap yang konstruktif,"sambung dia.

Meski proses politik dan dampak psikologisnya dapat sangat menantang, Kang Sandi menekankan pentingnya bagi kandidat untuk tetap sabar dan memandang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Sikap positif dan konstruktif dalam menghadapi kegagalan politik dianggap krusial untuk pembangunan karakter dan integritas individu dalam berdemokrasi.

Penulis : Febri Daniel Manalu

Editor: Febri Daniel Manalu

Tags

Rekomendasi

Terkini

5 Doa Pilihan yang Cocok Dibaca Selama Ramadhan

Sabtu, 6 April 2024 | 06:00 WIB

Gudang Peluru Meledak, Musibah Atau Rekayasa?

Sabtu, 30 Maret 2024 | 23:41 WIB

Berani, Pengusaha Ilegal Tantang Camat Cariu

Sabtu, 30 Maret 2024 | 06:00 WIB
X