• Senin, 8 Agustus 2022

Tidak Harus Berkurban Jika Tidak Masuk Kreteria i

- Senin, 4 Juli 2022 | 07:00 WIB
Kurban (Boks/Bogor Times)
Kurban (Boks/Bogor Times)

Bogor Times nafkah- dapat dikatakan mampu apabila ia memiliki dana yang cukup untuk membuat kurban yang melebihi kebutuhannya dan orang-orang yang wajib iai, selama hari raya kurban dan tiga hari tasyriq setelahnya (tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah).

Berdasarkan hal tersebut, seseorang yang memiliki uang senilai harga hewan kurban, akan tetapi kebutuhan pokok bagi dirinya dan pihak yang wajib dinafkahi akan kekurangan saat hari raya Idul Adha atau hari tasyriq, maka ia tidak mampu berkurban.

sebagian ulama hanya mewajibkan harta yang ia gunakan untuk berkurban melebihi kebutuhan nafkah wajib di saat hari dan malam Idul Adha saja. Berpijak dari pendapat ini, seseorang yang memiliki uang senilai harga hewan kurban, setengah juta yang cukup untuk membeli kambing.

Baca Juga: Asyik! Pemerintah Mulai Izinkan Penggunaan Ganja. Tidak Untuk Pemakai

Baca Juga: Hafalkan Doa Berikut, Bacalah Ketika Melihat Kakbah

Baca Juga: Rawan Pelecehan Seksual dalam Ibadah Haji, Inilah Alasan Perempuan Butuh Mahrom saat Pelaksanaan Haji
 Akan tetapi kebutuhan pokok bagi dirinya dan keluarganya akan kekurangan di saat hari raya dan malamnya, maka ia tidak tergolong mampu berkurban.


Jika kebutuhan pokok di hari dan malam Idul Adha terpenuhi, namun tidak mencukupi untuk kebutuhan pokok di hari tasyriq, maka tergolong orang yang mampu berkurban.


Pendapat salah satu ulama yang bernama Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairimi berkata: “Dan kurban disunahkan hanya bagi orang Islam yang mampu, merdeka di seluruh dirinya ataupun hanya sebagian saja.Dan yang membantu dengan orang yang mampu adalah orang yang memiliki harta yang cukup untuk berkurban yang melebihi kebutuhannya ketika hari raya, malamnya dan beberapa hari tasyriq. Berbeda dengan sebagian ulama yang menyelisihi menurut standar yang mampu dicapai ini, harta kepemimpinan yang menjadi standar adalah yang melebihi kebutuhan di hari raya dan malamnya. (Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairimi, Hasyiyah al Bujairomi 'Ala Syarh Manhaj al Thulab, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, juz 4, hal 396).

Baca Juga: Atasi Truk BBM Bocor, Polres Garut Rekayasa Lain

Baca Juga: Alasan Sederhana Perempuan Haid Dilarang Tawaf

Halaman:

Editor: Usman Azis

Artikel Terkait

Terkini

Bharada E Jujur, Akui Berbohong dalam Kesaksian

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:01 WIB

Bakar Rumah Tetangga, Kakek-kakek Masuk Bui

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Dua Jasad Nelayan Hilang, Kini Ditemukan

Senin, 8 Agustus 2022 | 09:39 WIB

Anisa Lutfiah Wanita tercantik dan termanis

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Dianiaya Majikan, TKW Indonesia Minta Pulang

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:11 WIB

Anak 19 Tahun Nikahi Kades, Lunasi Hutang Ortu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:02 WIB

Pelakor Sama Dengan Takhbib, Inilah Penjelasannya

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:10 WIB

Cara Masak Menu Istimewa Untuk Pemula

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:21 WIB

Cara Masak Menu Istumewa Untuk Pemuda

Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:17 WIB
X