• Senin, 8 Agustus 2022

Inilah Sejarah Tradisi Walimatussafar atau Slametan Era Penjajahan

- Minggu, 3 Juli 2022 | 22:08 WIB

Bogor Times-Setiap zaman tentunya memiliki banyak perbedaan. Seoert ibadah haji masyarakat penjajahan tentu sangat berbeda dengan haji di zaman sekarang.

Beberapa faktor adanya perbedaan itu didasari  berbagai faktor, diantaranya, keterbatasan mulai dari fasilitas, regulasi sampai alat transportasi.

Gambaran berbagai macam kejadian dan perjuangan umat Islam di Nusantara yang berkaitan dengan perjalanan ibadah haji itu dapat dijumpai dalam buku Berhaji di Masa Kolonial (2008) karya Prof M. Dien Madjid.

Baca Juga: Rawan Pelecehan Seksual dalam Ibadah Haji, Inilah Alasan Perempuan Butuh Mahrom saat Pelaksanaan Haji

Baca Juga: Alasan Sederhana Perempuan Haid Dilarang Tawaf

Baca Juga: Atasi Truk BBM Bocor, Polres Garut Rekayasa Lain

Dien Madjid mencatat, walimatussafar atau slametan sebelum berangkat haji dan umrah sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Umumnya, sebelum berangkat haji ada upacara perpisahan untuk saling memaafkan antara calon jamaah haji dengan masyarakat, mulai dari keluarga, kerabat dan juga tetangga, selanjutnya mereka akan mengantarkan kepergian calon jamaah sampai ke pelabuhan.

Upacara tersebut tiada lain adalah sebagai bentuk penghormatan kepada calon jamaah haji yang akan melakukan perjalanan sangat jauh dan cukup lama.

Baca Juga: Rompi Anti Panas, Siap Temani Jamaah Haji Indonesia

Halaman:

Editor: Usman Azis

Sumber: NU

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:00 WIB

Penjelasan Wukuf dan Tatacaranya

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:55 WIB

Ada Tiga Macam Manusia Yang Sedang Mencari Ilmu.

Senin, 20 Juni 2022 | 12:21 WIB

Malam Jumat Sunah Rosulullah?

Kamis, 26 Mei 2022 | 22:42 WIB
X